Gambar 1

Temu pisah Kepala MTs Negeri yang lama Bapak Muallim,S.Pd dengan Ibu Dra.Hj.Nur Azima,MA

Gambar 2

Kepala MTs Negeri Sibolga Dra.Hj.Nur Azima,MA menandatangi Fakta Integritas UN 2016.

Gambar 3

Kepala MTs Negeri Sibolga Dra.Hj.Nur Azima,MA.

Gambar 4

Kepala MTs Negeri Sibolga Foto bersama Kemenag Kota Sibolga dan jajarannya.

Gambar 5

Kepala MTs Negeri Sibolga memberikan pengarahan kepada guru dan pegawai.

Gambar 6

Kunjungan Wakil Ketua DPRD Kota Sibolga Bapak Jamil Zeb Tumori, SH.

Gambar 7

Kepala MTs Negeri Sibolga berfoto bersama Guru dan Siswa berprestasi.

Gambar 7

Kepala BRI cabang Tarutung memberikan pembelajaran tentang uang.

Gambar 8

Danlanal memberikan bimbingan kepada siswa Excellent MTs Negeri Sibolga.

Gambar 4

MTs Negeri Sibolga.

Gambar 4

MTs Negeri Sibolga.

Gambar 4

MTs Negeri Sibolga.

Gambar 5

Studi Tour MTs Negeri Sibolga Ke Museum di Sumatera Utara.

gambar

gambar
header

Jam Saat Ini

Kamis, 18 Agustus 2016

VISI MISI MTs NEGERI SIBOLGA



1.      Visi MTs Negeri Sibolga
MTs Negeri Sibolga dalam mengembangkan pendidikannya senantiasa berorientasi pada kecakapan hidup {Life Skill education) dengan tetap memperhatikan keseimbangan aspek akhlaq dan etika religius, intelektual, dan kecakapan akademik. Dengan penekanan orientasi itu tamatan MTs Negeri Sibolgadiharapkan memiliki kecakapan akademik, berdaya intelektual tinggi, berakhlaq al­ karimah dengan mencerminkan sikap-sikap keimanan dan ketaqwaan kepada Allah Swt, serta memiliki keterampilan dan kompetensi untuk dapat menghadapi dunia pada masanya dengan cerdas dan siap menghadapi arus global.
Berdasarkan kondisi itulah MTs Negeri Sibolgamempunyai Visi :" Mencetak manusia yang cerdas, terampil, berdisiplin tinggi dan berkepribadian serta berakhlaq al-karimah." Visi tersebut dapat dipaparkan sebagaimana berikut:
a.    Cerdas, berarti dalam artian tamatan MTs Negeri Sibolga mempunyai wawasan luas, mampu menerapkan pola pikir secara intelektual dalam dunia akademisi.
b.    Berdisiplin tinggi, artinya tamatan MTs Negeri Sibolga selalu menerapkan kedisiplinan dalam segala hal.
c.    Berkepribadian serta berakhlaq al-karimah, yang berarti tamatan MTs Negeri Sibolga berbudi pekerti luhur, mengedepankan etika religius dalam bermasyarakat, sehingga menjadi manusia paripurna yang memiliki keseimbangan hidup antara intelektual, kecakapan, dan keimanan kepada Tuhan Yang Maha Esa.
2.      Misi MTs Negeri Sibolga
Berdasarkan visi di atas, maka untuk mewujudkannya MTs Negeri Sibolga berusaha menetapkan misinya dengan pola manajemen pendidikan yang terencana, terarah, dan berkelanjutan untuk mengelola, memelihara, melaksanakan dan mengembangkan pendidikan umum dengan berorientasi pada kebutuhan dan perkembangan zaman dengan tetap mengutamakan prilaku akademis yang religius sebagai ciri khas MTs Negeri Sibolga.
Membekali siswa dengan wawasan yang Iuas,berpola pikir intelektual, dan berprilaku yang Islami.
a.    Melaksanakan dan mengembangkan pendidikan dengan meningkatkan pembangunan moral keagamaan melalui pengintegrasian bidang-bidang studi agama Islam.
b.    Menciptakan suasana belajar yang kondusif, akademis sekaligus religius sebagai penyeimbang ilmu pengetahuan dan ilmu agama serta penerapannya dalam berprilaku dan bermasyarakat.
3.      Tujuan MTs Negeri Sibolga
Dalam rangka mewujudkan Visi dan Misi seperti yang telah dipaparkan di atas, maka MTs Negeri Sibolgamemiliki tujuan:
a.    Mencetak manusia-manusia yang berpengetahuan berintelektual tinggi, dan berprilaku Islami.
b.    Membekali siswa dengan ketrampilan dan kecakapan hidup untuk menghadapi dunianya dan hidup bermasyarakat.
c.    Menciptakan tenaga terampil yang mampu menghadapi tantangan hidup dan dunia yang semakin mengglobal.

SEJARAH MTs NEGERI SIBOLGA



Madrasah Tsanawiyah Negeri Sibolga yang mengalami perkembangan baik secara kualitas maupun kuantitas hal ini berawal MTs Negeri Sibolga ini adalah meruapak filial dari MTs Negeri Padangsidimpuan yang beralamat di Jalan Horas Sibolga pada waktu itu dipimpin oleh Bapak Joharlis sebagai Kepala Madarasah tahun 1981.
Berikut kepemimpinan Bapak Joharlis pada tahun 1986 digantikan oleh Bapak Drs.Mugan Harahap dengan jumlah kelas pada waktu itu sebanyak lima kelas. Dimasa kepemimpinan beliaulah cikal bakal lahirnya MTs Negeri Sibolga.
Pada masa kepemimpinan beliau yang memiliki semangat yang tidak kenal lelah, MTs Sibolga  filial dari MTs Negeri Padangsidimpuan akhirnya pindah kelokasi yang lebih baik karena lokasi di Jalan Horas tersebut sangat sempit sehingga dengan siswa yang terus bertambah tidak dapat melaksanakan upacara maupun apel pagi bahkan praktek olah raga terpaksa dilakukan di Lapangan Sepak Bola milik Kota Madya Sibolga yang jaraknya sekitar 500 meter dari lokasi madrasah.
Walaupun sudah pindah kelokasi yang sudah memiliki lahan yang memadai namun sekali lagi Bapak Drs. Mugan Harahap mendapat tantangan yang baru berlokasi di Jalan Jenderal Sudirman Kelurahan Aek Parombunan (ditempati hingga sekarang) karena ditempat ini kondisi berbatuan dan relief yang berbukit-bukit, serta lengkap dengan keberadaan sungai yang melintang dalam kawasan madrasah, membuat beliau bekerjasama dengan para dewan guru dan siswa secara bergiliran setiap sore hari bergotong royong secara ikhlas memeras keringat untuk menyingkirkan batu dan mengangkat tanah untuk menimbun areal yang rendah agar lahan menjadi lebi luas.
Pekerjaan itu mereka lakukan tanpa diberi gaji. Namun segala usaha yang telah dilakukan oleh Bapak Kepala Madrasah tersebut bekerja sama dengan guru dan siswa membuahkan hasil yang sangat menggembirakan sekitar lima tahun kemudian tepatnya ditahu 1991 MTs Sibolga filial MTs Negeri Padangsidimpuan menjadi MTs Negeri Sibolga dengan jumlah lokal pada saat itu enam lokal.
Setelah ditetapkan sebagai MTs Negeris Sibolga terjadi perubahan fisik yang signifikan hingga areak madrasah pada saat itu sudah tertata dengan rapi, bersih serta dilengkapi dengan sarana ibadah berupa musholla yang ukuran masih belum memadai jika dibandingkan dengan jumlah siswa tetapi manfaatnya dapat dirasakan oleh para guru dan siswa dalam melaksanakan praktek ibadah.
Setelah Bapak Drs.Mugan Harahap memimpin selama kurang lebih sepuluh tahun kepemimpinan dilanjutkan oleh Bapak Drs. Nasruddin Batubara yang memimpin madrasah selama tiga tahun yakni tahun 1997 s/d 1999 yang kemudian dilanjutkan dengan Bapak Drs. Jailani Hasibuan tahun 1999 s/d 2002 kedua kepala madrasah ini mengalami perkembangan jumlah siswa yang diterima di MTs Negeri Sibolga ini selalu membludak tidak sesuai dengan daya tampung karena lokal yang ada hanya mampu menampung sekitar 160 orang siswa sedangkan yang mendaftar mencapai 280 orang sehingga masyarakat yang menginginkan anaknya untuk didik agama merasa dirugikan sehingga para orang tua banyak menganjurkan agar diusulkan kepada pemerintah untuk penambahan lokal.
Baru pada tahun 2004 pada waktu itu kepemipinan Madrasah Tsanawiyah ini berada ditangan Bapak Drs. Bincar Siregar permohonan para orang tua dijawab oleh pemerintah melalui Ka.Kanwil Depag Propinsi Sumatera Utara memberikan bantuan kepada MTs Negeri Sibolga berupa RKB (Ruang Kelas Baru) sebanyak 6 (enam) lokal pada saat itu timbul permasalahan lahan yang ada tidak cukup menampun 6(enam) lokal RKB tersebut, sehingga diadakan musyawarah dengan Komite Sekolah yang dalam keputusannya pembangunan dilakukan dengan cara bertingkat, berkat swadaya masyarakat tersebut RKB tersebut terlaksana dengan baik sehingga dapat menampung siswa dengan jumlah yang lebih banyak.
Hingga pada tahun 2006 dimasa kepemimpinan Ibu Drs. Nur Azima MTs Negeri Sibolga mampu menampung sebanyak 703 siswa dengan tenaga pengajar sebanyak 45 orang yang terdiri dari PNS maupun Non PNS. Tepatnya pada tahun 2009 kepemimpinan kembali beralih kepada Bapak Muallim, S.Pd sampai saat ini MTs Negeri Sibolga merupakan Madrasah yang diperhitungkan oleh madrasah-madrasah lain maupun sekolah-sekolah yang sederajat dengannya dikota Sibolga.
Pada masa kepemimpinan Bapak Muallim, S.Pd pada saat ini mengutama mutu dalam hal ini dapat dilihat dengan usaha Bapak tersebut untuk menjadikan madrasah ini unggul dengan menata kembali lokal unggulan yang ada untuk dikelola lebih profesional lagi. Pada awalnya lokal unggulan ini disaring berdasarkan jumlah SKHUN nya dan hasil testing, namun untuk saat ini penyaringan dilakukan berdasarkan dari berbagai aspek sehingga dapat memunculkan siswa yang unggul.
Lokal unggulan ini sudah dibuat pada masa kepemimpinan Drs. Bincar Siregar dan Ibu Dra. Nurazima letak perbedaannya adalah lokal unggulan ini hanya menampung 20 orang siswa dan guru-guru yang berkualifikasi sesuai dengan mata pelajaran.
Untuk saat ini lokal unggulan yang disebut dengan kelas Excell belajar tidak hanyak pagi hari tetapi sampai dengan sore hari, dibandingkan dengan lokal reguler masuk pukul 07:15 WIB keluar pukul 13:35 WIB sedangkan kelas Excell masuk pukul 07:15 keluar pukul 15:30 WIB yakni terdapat tambahan jam mata pelajaran khususnya yang diUNkan dan eksakta seperti Bahasa Inggris, Matematika, Bahasa Indonesia Fisikan dan Biologi, ditambah lagi dengan pelajaran olah dan seni dengan mencari guru dari sekolah unggulan yang ada diTapanuli Tengah yakni SMA Negeri 2 Plus Matauli agar dapat membimbing siswa dalam olah raga dan seni lebih serius lagi

Senin, 15 Agustus 2016

JENIS DAN MANFAAT SERTA SEJARAH UANG




PROGRAM KEGIATAN EXCELLENT CLASS DENGAN MENDATANGKAN NARASUMBER YANG BERKOMPETEN DIBIDANG MASALAH UANG UNTUK MENGISI MATERI PELAJARAN BIDANG STUDI IPS


Dalam kegiatan ekonomi, uang mempunyai peranan yang sangat penting. Dengan adanya uang kegiatan ekonomi masyarakat menjadi lebih lancar. Hal ini diungkapkan oleh bapak Sugiono,SE yang menjabat sebagai kepala BRI Cabang Tarutung dalam pemberian materi masalah uang dalam pembelajaran IPS yang dibimbing oleh Munisyah Tanjung,S.Pd di Excellent Class, Senin, 15 Agustus 2016

Lebih lanjud nara sumber menjelaskan mengenai pembagian jenis uang dan manfaatnya serta sejarah uang kepada siswa dengan tersetruktus dan jelas. Dengan didampingi oleh kordinator Excellent Class Syahriani Harahap,S.Pd dan ibu Kepala Madrasah Tsanawiyah Negeri Sibolga Dra.Hj.Nur Azima Tanjung.MA, beliau juga menghimbau agar kiranya seluruh siswa mau membudayakan budaya menabung dan hidup hemat.

Atusias siswa dalam mendengarkan materi dan bertanya membuat suasana pembelajaran semakin meriah dan menerapkan sistem pembelajaran contekstual learning yang lebih bermakna bagi siswa. “siswanya pinter-pinter dan semangat”  ungkap nara sumber yang menerapkan motto “jadilah bermanfaat bagi orang lain “ dalam hidupnya.



                                                                                    Sibolga 16 Agustus 2016, Penulis Rita Pinarsih,S.Pd

KARYA KREASI GURU BIDANG STUDI PRAKARYA




DENGAN MEMANFAATKAN BAHAN YANG TERSEDIA DIALAM

Bahan kerajinan tangan dapat diciptakan dengan beraneka jenis bahan asal.  bahan dari alam yang diolah dengan sentuhan tangan terampil dapat meningkatkan nilai jual yang pastinya dapat mendongkrak perekonomian. Seperti halnya kerajinan yang terbuat dari tanah liat biasa dikenal dengan kerajinan keramik. Dalam pembuatan keramik, tanah liat memiliki sifat plastis sehingga mudah dibentuk.

Pemanfaatan bahan alam ini juga dipelajari dan dipraktekkan oleh siswa kelas VII di MTs Negeri Sibolga dalam bidang studi Prakarya yang dibimbing oleh ibu Marlina,S.Pd.I. dimana siswa ditugaskan mencari bahan dari alam berupa tanah liat yang akan dibawa kesekolah sebagai bahan siswa untuk mengkreasi bentuk. Siswa diberi kebebasan untuk mengkreasi bentuk yang ia inginkan.

Tujuan pembelajaran membuat prodak dan mengasah kemampuan keterampilan siswa ini adalah agar siswa memiliki keterampilan mengolah dan menghasilkan sesuatu bahan yang tersedia dialam yang pastinya dapat menaikkan nilai dan harga barang tersebut. Seperti yang kita ketahui produk kerajinan di setiap wilayah tentunya berbeda dengan wilayah lainnya. Setiap daerah memiliki jenis kerajinan lokal yang menjadi unggulan daerah. Hal ini karena sumber daya alam setiap daerah berbeda. Jadi diharapkan bagi siswa sebagai generasi penerus hendaknya memiliki kemampuan untuk mengolah sumber daya alam yang tersedia didaerah masing-masing.

                                                                                        Sibolga,16 Agustus 2016. Penulis Rita Pinarsih,S.Pd